Tahapan Gejala HIV dari Awal HIV Primer, HIV Kronos, Hingga AIDS

Tahapan Gejala HIV dari Awal HIV Primer, HIV Kronos, Hingga AIDS Tahapan Gejala HIV dari Awal HIV Primer, HIV Kronos, Hingga AIDS

BERITA - JAKARTA. HIV merupakan virus bahwa merusak sistem kekebalan tubuh. Saat ini, tidak ada obat menjumpai HIV. 

Yang mencemaskan, HIV menyimpan kira-kira tahap infeksi mulai dari gejala awal engat AIDS. 

Meski belum ada obat akan HIV, namun terapi pengobatan antiretroviral dapat digunakan akan menyedikitkan dampak dalam gejala. Terapi ini sudah digunakan sejak akhir 1980-an.  Mengutip Healthline, dalam sebagian agung kasus, begitu seseorang tertular HIV, virus tetap berada dempet jauh didalam tubuh seumur hidupnya.  Lantas bagaimana gejalanya? 

Gejala HIV tidak ibarat gejala infeksi virus atas umumnya karena munculnya secara bertahap. Jika tidak diobati, penyakit yang disebabkan sama infeksi ini mendapat tiga fase. 

Masing-masing memiliki potensi gejala maka komplikasi yang berlawanan-beda. 

1. Gejala awal cukup HIV primer 

1. Gejala awal pada HIV primer 

Tahap esensial yang terlihat adalah infeksi HIV primer. Tahap ini juga disebut sindrom retroviral akut (ARS), atau infeksi HIV akut. 

Tahap ini biasanya menyebabkan gejala sebagaimana flu. Jadi seseorang dengan tahap ini mungkin berpikir bahwa mereka menderita flu parah atau penyakit lain. Selain itu demam terus jadi gejala yang paling global. 

Gejala lain dalam tahap ini antara lain:

1. Sakit kepala  2. Sakit tenggorokan  3. Kelelahan berlebihan  4. Panas dingin  5. Nyeri otot  6. Pembengkakan kelenjar getah bening pada ketiak, leher, atau selangkangan  7. Ruam merah atau bersilih warna, gatal bersama benjolan kecil  8. Sariawan atau sariawan mulut. 

Menurut Pusat Pengendalian lagi Pencegahan Penyakit (CDC), gejala HIV primer mungkin muncul 2 sampai 4 minggu setelah paparan awal. 

Gejala terkandung dapat berkuat sewaktu sepanjang. beberapa minggu. Namun, beberapa orang mungkin hanya memegang gejala sewaktu sepanjang. beberapa hari.

Meskipun virus bereplikasi memakai tangkas dalam minggu-minggu setelah tertular, gejala atas HIV awal cuma cenderung muncul jika tingkat kerusakan sel tekontemporer. Ini tidak berarti bahwa kasus HIV tanpa gejala kurang serius atau orang tanpa gejala tidak dapat menularkan virus ke orang lain. 

Setelah paparan awal lagi kemungkinan infeksi primer, HIV dapat bertransisi ke tahap infeksi laten klinis. Karena kurangnya gejala dalam beberapa orang, ini doang disebut sebagai infeksi HIV tanpa gejala. 

Menurut HIV.gov, latensi pada infeksi HIV dapat bersikeras batas 10 atau 15 tahun. Ini berarti virus bereplikasi jauh lebih lemot dari sebelumnya. Tapi bukan berarti HIV hilang, doang bukan berarti virus tidak bisa menular ke orang lain. 

2. HIV kronis 

2. HIV kronis 

Tahap selanjutnya merupakan HIV kronis. Meskipun berjibun orang tidak menunjukkan gejala sementara tahap ini, beberapa mungkin masih mempunyai gejala setelah infeksi akut.  Gejala HIV kronis dapat bervariasi, mulai melalui akan minimal tenggat akan lebih parah.  Berikut ini beberapa gejalanya: 

1. Batuk atau kesulitan bernafas  2. Penurunan berat badan yang tidak disengaja lebih dari 10 persen dari berat badan  3. Diare  4. Kelelahan  5. Demam tinggi.

3. AIDS 

Infeksi laten secara klinis dapat berkembang ke tahap ketiga selanjutnya terakhir dari HIV yang dikenal demi AIDS. 

Tanda ketimbang HIV telah berkembang ke tahap akhir adalah tingkat CD4 di bawah 200 sel per milimeter kubik darah. Normalnya, CD4 berada atas kisaran 500 santak 1.600 sel per milimeter kubik. 

Gejala AIDS antara lain: 

1. Demam adiluhung persisten lebih daripada 100 derajat Fahrenheit (37,8 derajat Celcius) 2. Diare yang berlangsung lebih daripada seminggu  3. Menggigil parah dengan berkeringat dekat malam hari  4. Bintik putih dekat mulut  5. Luka genital atau dubur  6. Kelelahan parah  7. Ruam yang bisa berwarna coklat, merah, ungu, atau merah muda  8. Batuk dengan mamelenceng pernapasan secara teratur  9. Penurunan berat badan yang signifikan 10. Sakit kepala persisten  11. Mamelenceng memori dengan mamelenceng neurologis lainnya  12. Infeksi oportunistik, sebagaimana pneumonia, limfoma, atau tuberkulosis. 

Untuk mendeteksi HIV, CDC merekomendasikan bahwa siapa pun yang berusia antara 13 bersama 64 tahun melakukan tes HIV setidaknya sekali. 

Akan tetapi ala orang-orang akan berisiko disarankan akan melakukannya lebih ketimbang sekali.

Artikel ini telah taadapun dempet Kompas.com dengan judul "Gejala HIV melalui Waktu ke Waktu, Ini Tahapannya" Penulis : Nur Fitriatus Shalihah Editor : Inten Esti Pratiwi

 

Cek Berita dan Artikel yang lain dempet Google News